Senin, 07 April 2014

Perkembangan dan Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme



Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan nama saya Astri Tiara Aprilia, ini adalah pertama kalinya saya mengepost blog jadi mohon dimaklumi jika ada kesalahan penulisan dan kata-kata.
Kali ini saya akan memberitahu materi IPS kelas VII yaitu tentang " Perkembangan dan pengaruh kolonialisme dan imperialisme".

Silahkan : ^^






1.     Di tahun 1999 asosiasi dagang VOC runtuh karena korupsi penyebabnya adalah …
- Kecilnya gaji yang diterima oleh para pegawai VOC
-    Sifat rakus para petinggi  (pejabat)
         Seperti kasus Dirk Van Hogendorp. seorang komisioner VOC yang ditempatkan di Hindia Belanda di akhir abad 18, yang hanya sebesar 80 gulden. Sebagian besar pendapatan pejabat VOC bukan berasal dari gaji yang diterimanya melainkan dari penghasilan lain. Dalam kasus Hogendorp misalnya, ia memiliki privilege untuk melakukan berbagai pungutan. Pungutan itu antara lain adalah denda kelebihan muatan dari barang-barang yang diperdagangkan oleh orang Cina dan Jawa, keuntungan penjualan opium dan hadiah-hadiah. Termasuk dalam katagori hadih antara lain hadiah penunjukan pejabat pribumi baru, hadiah tahun baru, dan hadiah buat istri pejabat yang melahirkan. Hogendorp juga berhak mendapat penghasilan dari pungutan yang dikenakan terhadap para pejabat pribumi dan VOC yang ingin menghadap gubernur jendral. Secara total pendapatn dari pungutan-pungutan itu bisa mencapi 4.000 gulden.

2.     Jelaskan mengenai Herman Willem Deandles
         Herman Willem Deandles lahir di Hattem, Gelderland, Republik Belanda 21 Oktober 1762 sebagai anak ke-8 dari 13 bersaudara. Ayahnya bernama Burchard Johan Daendels dan Josina Christina Tulleken adalah ibunya. Daendels adalah seseorany yang diutus oleh Louis Napoleon untuk memerintah kerajaan Pulau Jawa :
Langkah-langkah yang ditempuh Herman selama menjadi gubernur diantaranya :
·      Membangun jalan raya pos, jalan raya pos adalah jalan yang panjangnya kurang lebih 1000 km yang terbentang sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Herman. Pada tiap-tiap 4,5 kilometer didirikan pos sebagai tempat perhentian dan penghubung pengiriman surat-surat. Tujuan pembangunan Jalan Raya Pos adalah memperlancar komunikasi antar daerah yang dikuasai Daendels di sepanjang Pulau Jawa dan sebagai benteng pertahanan di Pantai Utara Pulau Jawa.
·      Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya
Beliau meninggal di Elmina, Belanda Pantai Emas, 2 Mei 1818 pada umur 55 tahun.


3.     Buatlah biografi tentang Thomas Stamfrod Raffles
Thomas Stamford Raffles lahir di Jamaica 6 Juli 1781 beliau adalah gubernur Jendral Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia.
Sewaktu Raffles menjabat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda, ia telah mengusahakan banyak hal, yang mana antara lain adalah sebagai berikut :
·      Menghentikan perdagangan budak
·      Mereformasi system pemerintahan colonial Belanda
·      Menyelidiki flora dan fauna Indonesia
·      Meneliti peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi
Prambanan
     Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang diterapkan Deandles. Karena Deandles berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan.
     Sedangkan di bidang Ilmu Pengetahuan Raffles menciptakan :
·      Buku yang berjudul History of Java di London pada tahun 1817 dan dibagi dua jilid
·      Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi
·      Dirintiskannya Kebun Raya Bogor
     Hingga akhirnya beliau meninggal sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-45 di tahun 1826.
4.     Kebijakan politik liberal tahun 1819 hingga berakhirnya masa pemerintahan Van Den Bosh 1830, kebijakan ini berarah pada konserfatif. Sebutkan alasan ditinggalkannya kebijakan liberal
Alasan ditinggalkannya kebijakan liberal diantaranya :
1)   Tidak sesuai dengan sistem feudal, system feodal yaitu sebuah sistem pemerintahan di mana seorang pemimpin, yang biasanya seorang bangsawan memiliki anak buah banyak yang juga masih dari kalangan bangsawan juga tetapi lebih rendah dan biasa disebut vazal. 
2)   Hasil perdagangan ekspor masih kalah bersaing dengan Inggris
3)   Upah yang diterima para buruh tidak sesuai dengan kontrak yang sudah ditentukan
4)   Pemerintah mengalami defisit keuangan akibat Perang Jawa (Perang Dipenogoro) sebesar 20.000.000 gulden
5.     Gubernur Van Den Bosh menerapkan kebijakan ekonomi konserfatif yang terkenal dengan nama system tanam paksa. Sebutkan pokok-pokok kebijakan tanam paksa
Pokok-pokok kebijakan tanam paksa diantaranya :
·      Rakyat diwajibkan menyerahkan seperlima dari lahan garapannya untuk ditanami tanaman wajib, yaitu tanaman yang berkualitas Ekspor
·      Hasil Panen tanaman wajib harus diserahkan kepada pemerintah kolonial
·      Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib, harus bekerja selama 66 hari dalam 1 tahun
·      Tanah yang dipilih untuk tanaman ekspor adalah tanah yang subur
·      Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayar tidak dibayarkan kembali kepada rakyat.
·      Lahan untuk tanaman ekspor tetap dikenakan pajak 
6.     Jelaskan mengenai Douwes Dekker tentang bukunya Max Havelaar
     Max Havelaar adalah sebuah novel karya Multatuli (Eduard Douwes Dekker). Berisi tentang kondisi pribumi yang miskin dan tertindas dibawah pemerintahan colonial Belanda.
     Pada awalnya, buku ini menerima banyak kritik, tetapi kemudian segera menimbulkan perdebatan dan dicetak ulang beberapa kali. Buku ini masih diterbitkan sampai sekarang dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa. Pada tahun 1999, penulis Indonesia Pramoedya Ananta Toer merujuk buku ini dalam the New York Times sebagai "Buku yang Membunuh Kolonialisme".
7.     Sebutkan wilayah Nusantara yang menjadi kawasan utama dari pemberlakuan undang-undang agrarian
Pada tahun 1870 sistem tanam paksa dihapuskan dan diterapkan politik pintu terbuka. Berkenaan dengan itu, Belanda oleh STATEN GENERAL (Parlemen Belanda) mengeluarkan UU Agraria (tahun 1870). Wilayah yang menjadi kawasan pemberlakuan UU Agraria :
1. Sumatra Timur
Keterlibatan Belanda dalam bidang ekonomi diawali oleh Jacobus Nienuys, Deli, Serdang, Kangkat menjadi perkebunan yang membujur menyusuri pantai Sumatra Timur sepanjang 200 km dalam 25 tahun. Keadaan tidak berubah sejak akhir tahun 1880.
2. Jawa Timur dan Jawa Tengah
Perkebunan gula, teh, tembakau tahun 1870 dan 1885
Tujuan pemberlakuan Undang-Undang Agraria adalah:
a.       Melindungi hak milik petani atas tanahnya dari penguasaan pemodal asing.
b.      Memberi peluang kepada pemodal asing untuk menyewa tanah dari penduduk Indonesia.
c.       Membuka kesempatan kerja kepada penduduk Indonesia terutama di bidang buruh perkebunan.

Perlawanan-perlawanan terhadap Penjajah

1)  Perlawanan rakyat Maluku
        Akibat menurunnya kondisi perdagangan di Malaka maka Portugis mengirimkan perhatiannya ke pusat rempah-rempah yaitu Maluku. Kedatanga  Portugis ini disambut baik oleh Kesultanan Ternate yang pada saat itu sedang  berselisih dengan Kesultanan Tidore. Bersamaan dengan itu, pada tahun 1521 datang armada Spanyol yang mempunyai tujuan yang sama dengan Portugis. Persaingan tersebut dapat diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa pada tanggal 22 April 1529, yang berisi bahwa dunia dibagi menjadi dua wilayah, wilayah selatan untuk Portugis dan Utara untuk Spanyol. Kegiatan imperalis Portugis mendapat perlawanan terus menerus oleh Maluku yang pada saat itu dibawah pimpinan Sultan Baabullah dan akhirnya Portugis pun diusir dari Maluku pada 1515.

2)  Perang Padri
       Pada abad ke-19 islam berkembang pesat di daerah Minangkabau. Tokoh-tokoh islam berusaha menjalankan ajaran al-quran dan al-hadist maka dari itu mereka mendirikan gerakan Padri. Gerakan itu mendapat sambutan baik dari pada ulama,tetapi mendapat pertentangan bagi kaum Maluku. Sejak tahun 1804, perang antara kaum adat dan kaum padre berlangsung, suasana itupun diperkeruh oleh Belanda dengan hasutan dan adu domba pada 1819. Kaum padri dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan akrinya kaum padre dan kaum adat bersatu dan bersama-sama untuk melawan Belanda. Pada tanggal 15 November 1825 diadakan perjanjian perdamaian dan tentara Belanda ditarik untuk menumpas perlawanan Dipenogoro. Setelah perlawanan Dipenogoro selesai, Belanda mulai melanggar perjanjian dan perang padri berkobar kembali. Pada awal-awalnya kaum padri memenangkan perang ini, pada akhirnya pemimpin dari kaum padri yaitu Imam Bonjol ditangkap dan dibawa ke Minahasa dan akhirnya wafat.

3) Perang Dipenogoro
       Pada tahun 1825 pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah jalan baru ke dari
Jogjakarta ke Magelang melalui Tegalrejo, melalui tanah makam leluhur pangeran Diponogoro. Tindakan Belanda ini yang berbuat sewenang-wenang menimbulkan kemarahan pangeran Diponogoro dan akhirnya pertentangan antara Belanda dan Diponogoro terjadi dengan taktik griliyanya. Pada tahun 1827 panglima Belanda yang bernama Dekock mengadakan siasat baru yaitu dengan mendirikan Benteng Stelsel ditempat yang mereka rebutnya. Pada tahun 1830 Belanda mengadakan pertemuan dengan pangeran di Ponogoro karena tidak ada kesepakatan. Pangeran diponogoro titangkap pada 1830 dan diasingkan ke Manado dan sempat dipindahkan ke Makassar, Hingga akhirnya wafat di Makassar pada tahun 1855.

4)  Perlawanan rakyat Bali
    Raja-raja di Bali terikat dengan perjanjian yang disebut Hak Tawan Karang, yaitu hak suatu negara untuk mengakui dan memiliki kapal-kapal yang terdampar diwilayahnya. Hingga akhirnya kapal-kapal Belanda yang terdampar diwilayah Buleleng yang berada di Bali dan kapal-kapal itu disita oleh kerajaan Buleleng karena Belanda memprotes tindakan Buleleng, terjadilah pertentangan antara kerajaan Buleleng dan Belanda pada 27 Juni 1846, pasukan Belanda merapat di pantai Buleleng. Akibat serangan meriam dari Belanda pasukan Buleleng pun terdesak dan mundur. Benteng Buleleng jatuh ke tangan Belanda. Untuk menghimpun kekuatan baru Pati Jelantik selaku pemimpin rakyat Bali mengadakan perjanjian damai dengan Belanda. Setelah diadakan perjanjian damai, Belanda pun meninggalkan Bali menuju Jawa, pertempuran hebat terjadi antara ribuan serdadu Belanda dengan Bali, karena Bali menggunakan senjata modern pasukan Bali mundur dan bertahan di Benteng Jagaraga hingga akhirnya Benteng Jagaraga direbut oleh Belanda.

5)  Perlawanan rakyat Aceh
     Sebelum 1871, keamanan Aceh terjamin oleh traktat London 1842. Perjanjian tersebut berisi bahwa Belanda tidak boleh menggangu kemerdekaan Aceh. Pada 2 November 1871, diadakan perjanjian yang disebut traktat Sumatra. Isinya menyatakan bahwa Inggris tidak berkeberatan jika Belanda meluaskan kekuasaannya diseluruh Pulau Sumatra.
     Oleh karena terdesak oleh pasukan grilya Aceh, pada 1884 Belanda melakukan siasat baru, yaitu siasat pemusatan atau disebut stelsel konsentrasi dengan siasat inilah satu per satu pejuang Aceh gugur. Hingga akhirnya Kesultanan Aceh menyerah pada tahun 1904. Tetapi perlawanan rakyat Aceh dengan grilya terus berlanjut.

6)  Gerakan perlawanan sosial
Adapun bentuk gerakan social antara lain sebagai berikut :
a.    Gerakan proses petani
     Gerakan ini muncul pada sekitar abad ke-19 dan awal abad ke-20. Gerakan protes petani biasanya terjadi ditanah partikelin (particuliere landerijen).
1.   Gerakan Ciomas aksi protes petani ini terjadi pada 1886 di lereng gunuk salak jawa barat. Gerakan ini terjadi sebgai aksi perlawanan petani terhadap keadaan social ekonomi yang memberatkan petani. Gerakan ini dipimpin oleh Mohammad Idris. Namun, pergolakkan ini dapat dipadatkan oleh colonial Belanda.
2.   Gerakan Condet gerakan Condet terjadi pada 1916 disebuah desa tanah partikelin tanjung Oost, kecamatan pasar rebo , Jakarta timur sekarang. Gerakan protes ini dipelopori oleh Entong Gendut. Gerakan protes Entong Gendut berakhir setelah ia mati ditembak oleh pasukan pemerintah colonial Belanda.
3.   Gerakan Tanggerang gerakan protes petani di Tangerang terjadi pada 1924, yang dipimpin oleh Kaiin. Gerakan protes petani ini ditujukan kepada para Tuan Tanah atau Pejabat Pemerintahan di Tanah Pangkalan, Districtkebayoran. Gerombolan yang dipimpin oleh Kaiin ini dapat ditupas oleh polisi pemerintahan dengan korban 19 meninggal dan 20 orang tertangkap.

7)  Gerakan Ratu Adil dan Keagamaan
a.    Gerakan ratu adil merupakan sebuah gerakan yang bersifat revolusioner. Dalam gerakan ini dipercaya akan muncul seorang penyelamat yang disebut ratu adil atau imam mahdi.
1.   Gerakan Sidoardjo, gerakan ratu adil ini berlangsung pada 27 Mei 1903 di desa Samentara, Kabupaten Sidoardjo. Pemimpin gerakan ini bernama Kasan Mukmin.ia mengaku mendapat wahyu dan menyatakan diri sebagai Imam Mahdi. Gerakan Kasan Mukmin ini berakhir setelah ia sendiri tewas ditembak pasukan colonial Belanda.
2.   Gerakan Kediri, gerakan ratu adil ini muncul pada 1907 di desa Bendungan, Kabupaten Berbek, Karesidenan Kediri. Pemimpin pergerakan ini adalah seorang petani kaya bernama Dermodjojo atau Bagus Talban. Ia bermimpi bahwa ia ditakdirkan untuk enjadi Ratu Adil. Saat itu lah, Demodjojo mengumpulkan pengikutnya. Namun, sebelum pergerakan ini menjadi besar, pada 29 Januari 1907, pemerintahan colonial Belanda dapat mematahkan pergerakan tersebut.
b.   Gerakan protes kaum Agama, gerakan protes ini yang berbentuk gerakan keagamaan ini muncul sebagai jawaban atas situasi social yang diciptakan oleh pemerintah colonial Belanda. Dengan adanya proses Westernisasi, rakyat semakin terjerumus dan mengalami demoralisasi (kerusakan moral). Untuk itulah, gerakan ini bertujuan mengadakan penataan, penertiban, dan pemurnian kembali ke ajaran agama Islam yang sesungguhnya.

Bagaiman materinya????....
Semoga dapat jadi pelajaran ya (:
Jangan lupa kritik dan sarannya ..

Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.